Ende, 20 Agustus 2026 – Badan Sosial Masyarakat Islam Indonesia (BSMI) berhasil menembus wilayah pelosok di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk menyalurkan bantuan kepada korban gempa bumi yang masih terisolir. Tim relawan BSMI bergerak dengan perlengkapan medis, logistik, dan alat komunikasi untuk menjangkau warga yang belum tersentuh bantuan pemerintah.
Gempa berkekuatan M 7,7 yang mengguncang NTT pada 15 Agustus lalu tidak hanya merusak infrastruktur di kota, tetapi juga menghancurkan akses jalan menuju sejumlah desa terpencil di Kabupaten Ende. Ribuan warga di wilayah tersebut masih bertahan di pengungsian darurat tanpa pasokan air bersih dan makanan yang memadai.
Petualangan Menembus Medan Berat
Relawan BSMI yang dipimpin Kepala Markas Daerah BSMI NTT, Akhmad Fauzi, memulai perjalanan sejak Rabu (19/8) dini hari dengan menempuh jalur darat yang rusak parah. Di beberapa titik, mereka harus berjalan kaki melintasi tebing curam dan menyeberangi sungai karena jembatan putus.
“Kami membawa 5 unit mobil bak terbuka yang berisi makanan siap saji, terpal, selimut, dan obat-obatan. Di beberapa titik, kami harus menggunakan jasa kuda dan gerobak sapi untuk mengangkut logistik,” ujar Akhmad Fauzi dari lokasi penyaluran, Kamis (20/8/2026).
20 Desa Terpencil Terjangkau
Tim BSMI menyalurkan bantuan untuk 20 desa terpencil di Kabupaten Ende, di antaranya Desa Wolojita, Detusoko, dan Ndona. Mereka mendistribusikan 5.000 paket sembako, 1.000 selimut, 3.000 terpal, dan satu truk air bersih. Selain itu, BSMI juga mendirikan posko kesehatan darurat untuk melayani warga yang sakit dan luka-luka.
“Banyak ibu hamil dan anak-anak yang kami temui dalam kondisi memprihatinkan. Mereka kekurangan air bersih dan makanan bergizi,” tambah Fauzi.
Keterbatasan Bantuan dan Harapan
Meskipun berhasil menjangkau daerah terpencil, BSMI mengakui bantuan yang mereka bawa masih belum cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan warga. Mereka berharap pemerintah dan lembaga kemanusiaan lainnya dapat ikut mengirimkan bantuan ke wilayah tersebut.
“Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD Ende dan berharap bantuan dapat terus mengalir. Kondisi warga di sini masih sangat membutuhkan perhatian,” tutup Fauzi.
Kolaborasi dan Solidaritas
BSMI merupakan salah satu organisasi masyarakat yang merespons cepat bencana gempa di NTT. Dalam penanganannya, BSMI menggandeng berbagai pihak, termasuk TNI dan Polri, untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Keberhasilan BSMI menembus pelosok Ende menjadi bukti bahwa solidaritas kemanusiaan dapat mengatasi keterbatasan dan jarak.




