Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Utang Pinjol Warga RI Naik 25,88 Persen, Tembus Rp105 Triliun Hingga Juni 2026

by Visioner Indonesia
Agustus 5, 2026
in Ekonomi
Reading Time: 2min read
Utang Pinjol Warga RI Naik 25,88 Persen, Tembus Rp105 Triliun Hingga Juni 2026

Jakarta, 5 Agustus 2026 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total utang masyarakat melalui platform pinjaman online (pinjol) terus meroket. Hingga Juni 2026, nilai outstanding pembiayaan industri pinjaman daring (pindar) mencapai angka fantastis, Rp105,14 triliun .

Angka ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 25,88 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) . Dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di Rp103,73 triliun pada Mei 2026, utang pinjol warga meningkat sekitar Rp1,41 triliun dalam sebulan . Pertumbuhan ini menjadi salah satu yang tertinggi di antara sektor jasa keuangan yang diawasi OJK .

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, mengungkapkan bahwa permintaan pembiayaan digital masih tetap tinggi . Meskipun tumbuh pesat, OJK mencatat kualitas pembiayaan di industri ini terus dicermati dengan tingkat risiko kredit macet secara agregat (TWP90) yang terjaga di posisi 4,26 persen pada Juni 2026 .

Angka ini menunjukkan perbaikan dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di 4,42 persen . Agusman menyampaikan data tersebut dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK, Selasa (4/8/2026) .

Pengawasan dan Sanksi Diperketat

Di tengah lonjakan utang, OJK juga memperketat pengawasan terhadap penyelenggara pinjol. Hingga saat ini, masih terdapat 7 dari 94 penyelenggara pindar yang belum memenuhi ketentuan ekuitas minimum sebesar Rp12,5 miliar . Seluruh penyelenggara tersebut telah menyampaikan rencana aksi, mulai dari penambahan modal hingga merger .

Selama Juni 2026, OJK telah menjatuhkan sanksi administratif kepada 39 penyelenggara pinjaman daring atas pelanggaran yang dilakukan . Masyarakat pun diimbau untuk tetap menggunakan pinjol legal yang berizin OJK dan menjauhi pinjol ilegal yang kerap merugikan .

Dengan total 94 perusahaan pinjol resmi yang terdaftar di OJK per Agustus 2026, pertumbuhan industri ini menunjukkan pergeseran preferensi masyarakat ke platform digital . Namun, lonjakan utang yang terus terjadi menjadi sinyal kewaspadaan bagi masyarakat dan pengawas untuk menjaga stabilitas keuangan .


Previous Post

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Next Post

Bahlil Tegur AMPI: Hentikan Konflik Internal dan Perkuat Soliditas Kader

Related Posts

Tiga Pekerjaan Rumah OJK: Demutualisasi, Judol, dan Inovasi Digital
Ekonomi

Tiga Pekerjaan Rumah OJK: Demutualisasi, Judol, dan Inovasi Digital

Agustus 5, 2026
Ruang Digital Kondusif Faktor Penting Jaga Stabilitas Ekonomi dan Politik
Ekonomi

Ruang Digital Kondusif Faktor Penting Jaga Stabilitas Ekonomi dan Politik

Agustus 5, 2026
Pemikiran Ekonom Sumitro Djojohadikusumo Dorong RUU Perekonomian Nasional
Ekonomi

Pemikiran Ekonom Sumitro Djojohadikusumo Dorong RUU Perekonomian Nasional

Agustus 4, 2026
Awal Pekan Rupiah Dibuka Naik, Tinggalkan Level Rp18.000 per Dolar AS
Ekonomi

Awal Pekan Rupiah Dibuka Naik, Tinggalkan Level Rp18.000 per Dolar AS

Agustus 4, 2026
Penurunan Harga BBM Nonsubsidi Tiga Bulan Berturut-turut: Publik Apresiasi Evaluasi Berkala Pertamina
BUMN

Penurunan Harga BBM Nonsubsidi Tiga Bulan Berturut-turut: Publik Apresiasi Evaluasi Berkala Pertamina

Agustus 4, 2026
Bos Danantara Mengaku Frustrasi: BUMN Karya Aset Rp7 Triliun, Utang Rp24 Triliun
BUMN

Bos Danantara Mengaku Frustrasi: BUMN Karya Aset Rp7 Triliun, Utang Rp24 Triliun

Agustus 4, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Piala Presiden 2026: Alasan Keamanan atau Ketidakmampuan Panitia?

Tiga Pekerjaan Rumah OJK: Demutualisasi, Judol, dan Inovasi Digital

Efisiensi Anggaran Bisa Picu “Perlawanan Diam-Diam” di Birokrasi, Pengamat Ingatkan Risiko Pasif

Di Hadapan Mahfud, Feri Amsari: “Kabinet Bayangan Perlu Lawan Kesombongan Penguasa”

Pola Terorganisir di Balik Ramainya Konten Demo Mahasiswa Lama di Medsos

Sidang Kasus Korupsi Kuota Haji Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas dan Cs Dimulai Pekan Depan

TERPOPULER

Piala Presiden 2026: Alasan Keamanan atau Ketidakmampuan Panitia?

Tiga Pekerjaan Rumah OJK: Demutualisasi, Judol, dan Inovasi Digital

Efisiensi Anggaran Bisa Picu “Perlawanan Diam-Diam” di Birokrasi, Pengamat Ingatkan Risiko Pasif

Di Hadapan Mahfud, Feri Amsari: “Kabinet Bayangan Perlu Lawan Kesombongan Penguasa”

Pola Terorganisir di Balik Ramainya Konten Demo Mahasiswa Lama di Medsos

Sidang Kasus Korupsi Kuota Haji Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas dan Cs Dimulai Pekan Depan

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved