Jakarta, 18 Oktober 2026 – Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Akbar Himawan Buchari, mengajak seluruh pelaku usaha untuk tetap optimistis menghadapi gejolak pasar yang terjadi belakangan ini. Menurutnya, tantangan ekonomi global bukan alasan untuk berhenti bergerak, melainkan momentum untuk beradaptasi dan berinovasi.
“Gejolak pasar itu keniscayaan. Yang membedakan adalah bagaimana kita meresponsnya. Saya ajak seluruh pengusaha muda untuk tetap optimistis, jangan mudah menyerah,” ujar Akbar dalam pembukaan HIPMI Business Forum 2026 di Jakarta, Jumat (17/10/2026).
Tiga Strategi Menghadapi Gejolak
Akbar memaparkan tiga strategi utama yang harus dipegang pelaku usaha di tengah ketidakpastian. Pertama, menjaga likuiditas dan efisiensi. Menurutnya, pengusaha harus cermat dalam mengelola arus kas dan tidak melakukan ekspansi yang terlalu agresif tanpa perhitungan matang.
“Jangan memaksakan ekspansi kalau kondisi keuangan belum memungkinkan. Lebih baik memperkuat fondasi dulu,” tegasnya.
Kedua, diversifikasi pasar dan produk. Akbar mendorong pengusaha untuk tidak bergantung pada satu pasar atau satu produk saja. Dengan diversifikasi, risiko bisa tersebar dan peluang tetap terbuka.
Ketiga, kolaborasi dan sinergi. Ia menekankan pentingnya kerja sama antarpelaku usaha, termasuk dengan BUMN dan pemerintah. Menurutnya, kolaborasi akan menciptakan kekuatan kolektif yang lebih besar.
Dukungan Pemerintah
Akbar mengapresiasi berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai berpihak pada pelaku usaha, terutama UMKM. Mulai dari insentif fiskal, kemudahan perizinan, hingga program pembiayaan yang terjangkau. Namun, ia berharap implementasi di lapangan dapat lebih cepat dan tepat sasaran.
“Kebijakan sudah bagus. Tapi yang tidak kalah penting adalah eksekusi dan komunikasi yang baik kepada pelaku usaha,” ujarnya.
Ia juga mendorong pemerintah untuk terus memperkuat koordinasi lintas kementerian dalam menjaga stabilitas ekonomi, terutama di tengah tekanan geopolitik yang mempengaruhi harga energi dan pangan.
Optimisme untuk Indonesia Emas
Akbar menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi dunia. Dengan jumlah penduduk produktif yang besar, sumber daya alam yang melimpah, dan pasar domestik yang kuat, ia yakin Indonesia mampu melewati tantangan ini.
“Saya tidak pernah ragu dengan Indonesia. Ini adalah negara besar, dengan peluang besar. Tugas kita adalah memastikan peluang itu tidak lewat begitu saja,” pungkasnya.


















