Jakarta, 5 Agustus 2026 – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan rencana pembaruan besar-besaran pada platform kesehatan digital, SATUSEHAT. Pembaruan ini dirancang agar masyarakat dapat memantau seluruh riwayat kesehatan dalam satu genggaman, layaknya mengecek mutasi rekening bank .
Dalam paparannya di Kantor Kementerian Kesehatan, Senin (4/8), Budi menjelaskan bahwa aplikasi tersebut akan segera mampu menampilkan data medis secara terintegrasi dari berbagai fasilitas layanan kesehatan .
“Jadi teman-teman bisa melihat seluruh riwayat kesehatannya, ibarat melihat rekening bank. Di mana pun melakukan pemeriksaan, baik di rumah sakit A, laboratorium B, rumah sakit C, maupun puskesmas D, seluruh data kesehatan akan terkumpul menjadi satu berkas di aplikasi SatuSehat,” ujar Budi .
💡 Fitur Lengkap dan Analisis AI
Pembaruan ini memungkinkan pengguna untuk mengakses berbagai data penting seperti hasil CT scan, rekam medis, hasil laboratorium, tekanan darah, gula darah, hingga kadar kolesterol .
Selain menampilkan data mentah, SATUSEHAT akan mampu menunjukkan perkembangan atau tren kondisi kesehatan pengguna dari waktu ke waktu melalui grafik yang mudah dipahami . Ini memungkinkan masyarakat untuk memantau apakah kondisi kesehatannya membaik atau justru memerlukan perhatian lebih lanjut .
Tak hanya itu, pemerintah berencana mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memberikan respons dan rekomendasi awal berdasarkan kondisi kesehatan pengguna . Budi menyontohkan, “Jadi kalau misalnya udah tinggi mesti ngapain aja, kontak dokter Dante, ini nomor teleponnya,” . AI dalam SATUSEHAT dirancang untuk mendorong pergeseran dari layanan kuratif ke preventif dengan memberikan pengingat dan saran gaya hidup sehat .
Pembaruan SATUSEHAT ini diharapkan dapat diluncurkan pada Agustus 2026 . Langkah ini merupakan bagian dari transformasi digital kesehatan yang lebih luas untuk memperkuat ekosistem data nasional . Kementerian Kesehatan juga terus mengintegrasikan data SATUSEHAT dengan sistem administrasi kependudukan Dukcapil guna menciptakan basis data kesehatan yang lebih akurat .





