
Jakarta – Kaukus Muda Indonesia (KMI) menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri yang mengungkap kasus penyelundupan 207.529 butir ekstasi senilai lebih dari Rp 207 miliar, setelah kurir bernama Muhammad Raffi (42) mengalami kecelakaan tunggal di Tol Bakauheni–Terbanggi Besar, Lampung. Pengungkapan ini dinilai sebagai salah satu operasi terbesar Polri dalam beberapa bulan terakhir yang memperlihatkan ketegasan aparat dalam memutus rantai peredaran narkoba.
Kasus ini bermula ketika Raffi mengalami kecelakaan pada Kamis (20/11) sekitar pukul 05.40 WIB. Ia mengendarai Nissan X-Trail berisi ratusan ribu butir ekstasi yang hendak dibawa ke Jakarta. Polisi menyebut Raffi sempat mengonsumsi sabu di sebuah hotel di Palembang sebelum berangkat, yang diduga membuatnya kelelahan dan memicu kecelakaan. “Saudara MR melakukan kegiatan mengisap sabu… setelah itu baru dia berangkat menuju Jakarta,” ujar Wadirtipid Narkoba Bareskrim Polri Kombes Sunario.
KMI menilai kronologi yang diungkapkan Polri menunjukkan bahwa peredaran narkoba kini semakin terstruktur dan melibatkan kurir berisiko tinggi. Ketua Umum KMI, Edi Homaidi, menyebut keberhasilan ini bukan hanya soal penangkapan individu, tetapi pembongkaran simpul penting dalam jaringan distribusi. “Operasi ini menyelamatkan ribuan anak muda dari kehancuran. Polri menunjukkan bahwa perang terhadap narkoba tidak pernah kendor,” katanya kepada awak media, Kamis (27/11/2025)
Setelah kecelakaan, Raffi sempat mencoba menghilangkan jejak dengan membuang sejumlah tas berisi ekstasi ke sekitar lokasi. Ia kemudian kabur dengan menuruni jurang dan melanjutkan pelariannya ke perkampungan, lalu bergerak menuju Jakarta melalui jalur darat. Kurir tersebut bahkan sempat bersembunyi di sebuah apartemen di kawasan Kalideres, Jakarta Barat.
Menurut KMI, dinamika kasus ini menggambarkan bahwa Polri bekerja tidak hanya cepat, tetapi juga cermat menelusuri jejak pelarian. Ini membantah anggapan bahwa jaringan narkoba mudah lolos dari pantauan aparat. “Polri bergerak dengan presisi dan koordinasi yang solid. Pengungkapan seperti ini membangun kepercayaan publik pada kemampuan kepolisian,” ujar Edi dalam kesempatan terpisah.
Tim gabungan Subdit IV di bawah pimpinan Kombes Handik Zusen, serta Satgas NIC yang dipimpin Kombes Zulkarnain Harahap dan Kombes Awaludin Amin, akhirnya menangkap Raffi pada Minggu (23/11) dini hari di kawasan Sangereng, Kabupaten Tangerang. Polisi memastikan tersangka akan ditindak tegas dan jaringannya terus diburu. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso menyebut nilai ekstasi yang disita mencapai Rp 207,5 miliar.
KMI menegaskan bahwa nilai kejahatan sebesar ini menunjukkan eskalasi peredaran narkoba yang harus menjadi perhatian nasional. Menurut Edi, koordinasi antarlembaga perlu terus diperkuat, termasuk pengawasan jalur logistik, pintu masuk antarprovinsi, serta tempat-tempat rawan penyimpanan sementara. “Tidak boleh ada toleransi. Jaringan sebesar ini hanya bisa diputus bila negara hadir secara penuh di semua lini,” ujarnya.
Selain apresiasi kepada Bareskrim, KMI meminta agar kasus ini tidak berhenti pada level kurir. Pemerintah diminta memastikan bahwa penyidikan diperluas untuk mengungkap aktor finansial dan pengendali jaringan. Langkah ini penting agar pengungkapan benar-benar berdampak pada hancurnya struktur sindikat.
Di sisi lain, KMI juga mengingatkan pentingnya program pencegahan melalui edukasi dan kampanye publik. Pengungkapan besar seperti ini harus dijadikan momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat bahwa bahaya narkoba semakin nyata dan agresif. Menurut Edi, penegakan hukum dan pencegahan harus berjalan sebagai dua kaki yang sama kuat.
Mengakhiri pernyataannya, Edi menegaskan bahwa capaian Polri seperti ini layak diapresiasi luas, bukan hanya sebagai keberhasilan satuan, tetapi sebagai bukti negara masih memiliki kekuatan nyata melawan jaringan narkoba internasional. “Kita memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Bareskrim. Tugas mereka tidak ringan, tetapi keberhasilan ini menunjukkan bahwa bangsa ini masih bisa menang,” tutupnya.





