NTT, 22 Agustus 2026 – Seorang penyintas gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) nekat menerobos pengawalan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) untuk menyampaikan keluhan langsung kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Peristiwa haru itu terjadi saat Gibran meninjau lokasi pengungsian di Kabupaten Manggarai, NTT, Jumat (21/8/2026).
Sang penyintas, yang diketahui bernama Maria Goreti (45), seorang ibu rumah tangga dari Desa Reok, berhasil mendekati rombongan Wapres dan menyampaikan keluhan dengan mata berkaca-kaca. “Pak, saya dan keluarga sudah 7 hari tinggal di tenda darurat. Rumah saya hancur, MCK tidak ada, anak-anak saya sakit,” ujar Maria sambil menahan tangis.
Petugas Paspampres sempat berusaha menghalangi, namun Gibran dengan sigap meminta petugas untuk membiarkan Maria menyampaikan keluhannya. Gibran pun turun dari kendaraan dan mendekati Maria, mendengarkan dengan seksama setiap kata yang diucapkan.
Gibran Janji Bantuan Segera Tiba
Setelah mendengar keluhan Maria, Gibran langsung memerintahkan timnya untuk mencatat kebutuhan mendesak di lokasi tersebut. “Ibu tenang, pemerintah sudah mengirimkan bantuan. MCK dan tenda tambahan akan segera datang. Saya janji,” ujar Gibran dengan suara lembut namun penuh ketegasan.
Wapres Gibran juga meninjau langsung kondisi tenda darurat dan fasilitas kesehatan yang masih sangat terbatas. Ia sempat menggendong seorang balita yang rewel dan memastikan anak-anak di pengungsian mendapatkan asupan gizi yang cukup.
Tindakan Nyata Gibran di Lokasi
Kehadiran Gibran tidak hanya seremonial. Ia langsung menginstruksikan jajaran TNI, Polri, dan BPBD untuk segera memperbaiki akses jalan menuju desa-desa terisolasi dan menambah pasokan air bersih. Gibran juga memastikan bantuan logistik seperti makanan, selimut, dan obat-obatan terus mengalir ke daerah-daerah yang belum terjangkau.
“Saya tidak hanya datang untuk melihat, saya datang untuk memastikan bantuan sampai ke Ibu semua. Anak-anak harus tetap sehat dan bisa sekolah,” tegas Gibran.
Solidaritas dan Harapan
Kunjungan Gibran bersama rombongan yang juga membawa sejumlah bantuan disambut haru oleh para pengungsi. Seorang warga bernama Petrus (50) mengaku terharu karena Wakil Presiden mau datang langsung ke lokasi bencana. “Pak Gibran baik, beliau benar-benar mendengar keluhan kami. Kami berharap bantuan segera datang dan kami bisa kembali ke rumah,” ujarnya.
Kehadiran Gibran dan janjinya untuk mempercepat penanganan bencana menjadi secercah harapan bagi ribuan warga Manggarai dan Manggarai Timur yang kehilangan tempat tinggal. Bencana gempa M 7,7 yang mengguncang NTT pada 15 Agustus lalu telah menelan puluhan korban jiwa, dengan ribuan rumah rusak dan warga masih bertahan di pengungsian.






