Jakarta, 13 Oktober 2026 – Center of Economic and Law Studies (CELIOS) bersama Kabinet Bayangan merilis hasil evaluasi kinerja dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hasilnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menempati posisi terburuk dengan skor -159.
Metodologi Penilaian
Evaluasi ini melibatkan 129 responden ahli dan 1.142 responden masyarakat umum yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Survei berlangsung pada 15 September hingga 9 Oktober 2026.
CELIOS menggunakan pendekatan positional scoring yang diadaptasi dari teori Borda count. Metode ini mempertimbangkan posisi peringkat yang diberikan responden kepada setiap menteri, bukan sekadar jumlah suara terbanyak.
Daftar Menteri dengan Kinerja Terburuk
Berikut daftar menteri dengan penilaian terendah berdasarkan skor yang dirilis CELIOS:
Peringkat Nama Menteri Skor
1 Bahlil Lahadalia (Menteri ESDM) -159
2 Natalius Pigai (Menteri HAM) -158
3 Raja Juli Antoni (Menteri Kehutanan) –
4 Sudaryono (Kepala BGN) –
5 Zulkifli Hasan (Menko Pangan) –
6 Nusron Wahid (Menteri ATR/BPN) –
7 Pratikno (eks Menko PMK) –
8 Saifullah Yusuf (Menteri Sosial) –
9 Muhaimin Iskandar (Menko PM) –
10 Fadli Zon (Menteri Kebudayaan) –
Alasan Penilaian Buruk
Peneliti CELIOS, Bhima Yudhistira, mengungkapkan beberapa faktor yang menyebabkan kinerja para menteri tersebut dinilai buruk. Bahlil dan Pigai kembali menempati posisi teratas sebagai menteri terburuk, sama seperti evaluasi tahun sebelumnya.
Raja Juli Antoni masuk daftar karena persoalan karhutla yang dinilai tidak tertangani dengan baik. Sementara Nusron Wahid terseret isu korupsi yang menjerat pejabat di kementeriannya.
Respons Partai Golkar
Wakil Ketua Umum Golkar yang juga Ketua Komisi XII DPR, Melchias Mekeng, menuding CELIOS memiliki agenda tersendiri terhadap ketua umumnya. Ia menilai kinerja Bahlil sebagai Menteri ESDM sudah sangat bagus.
“Saya melihat kinerja Bahlil sangat bagus karena dia berusaha untuk tetap menjaga harga BBM bersubsidi tidak dinaikkan, dia mengatur agar pengusaha-pengusaha minerba tidak memonopoli, dan mencari jalan keluar ketersediaan BBM dalam kondisi perang di Selat Hormuz,” tutur Mekeng.
Kontras dengan Survei Lain
Hasil evaluasi CELIOS ini berbanding terbalik dengan sejumlah survei lain yang dirilis sebelumnya. Survei Indonesia Political Opinion (IPO) pada Agustus 2026 justru menempatkan Bahlil di posisi ketiga sebagai menteri dengan kinerja terbaik, dengan tingkat kepuasan publik 32,0 persen.
Partai Golkar juga mencatat bahwa PNBP sektor ESDM mencapai Rp96,26 triliun hingga Juli 2026, atau 70,69 persen dari target tahunan. Kementerian ESDM juga mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.
Perbedaan hasil survei ini menunjukkan bahwa penilaian publik terhadap kinerja menteri sangat dinamis dan bergantung pada metodologi, responden, serta indikator yang digunakan. Keputusan akhir mengenai evaluasi kabinet tetap berada di tangan Presiden Prabowo Subianto sebagai pemegang hak prerogatif.



















