Yogyakarta, 5 Oktober 2026 – PT Pertamina (Persero) kembali menggelar Pertamina Small Medium Enterprise Expo (SMEXPO) 2026 di Yogyakarta. Ajang ini menjadi wadah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Pertamina untuk memperluas akses pasar, memperkuat jejaring, serta meningkatkan daya saing di era digital.
Pertamina SMEXPO 2026 di Yogyakarta berlangsung selama lima hari, mulai 1 hingga 5 Oktober 2026, di Atrium Hartono Mall Yogyakarta. Sebanyak 60 UMKM binaan Pertamina dari berbagai daerah di Indonesia turut serta, menampilkan produk unggulan mulai dari kuliner, kriya, fesyen, hingga produk berbasis teknologi.
Pemberdayaan UMKM sebagai Prioritas
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menyatakan bahwa SMEXPO merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam mendorong pertumbuhan UMKM nasional. Menurutnya, UMKM adalah tulang punggung perekonomian yang harus terus didukung.
“Pertamina SMEXPO bukan sekadar pameran. Ini adalah upaya nyata kami untuk membuka akses pasar, memperkuat kapasitas, dan mendorong UMKM naik kelas. Kami ingin mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan berdaya saing,” ujar Fadjar di sela-sela acara, Sabtu (3/10/2026).
Sejak 2017, Pertamina SMEXPO telah menjadi agenda tahunan yang menampilkan produk-produk unggulan dari UMKM binaan Pertamina. Pada 2026, rangkaian SMEXPO digelar di lima kota: Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar, dan Yogyakarta.
Beragam Produk dan Pelatihan
Di Yogyakarta, pengunjung dapat menemukan berbagai produk UMKM berkualitas, mulai dari makanan olahan, minuman herbal, batik, tas, sepatu, hingga produk perawatan tubuh. Beberapa UMKM juga menampilkan produk inovatif berbasis teknologi ramah lingkungan.
Selain pameran, Pertamina menyelenggarakan sejumlah pelatihan dan workshop bagi pelaku UMKM, antara lain digital marketing, pengelolaan keuangan, sertifikasi halal, hingga strategi ekspor. Pelatihan ini bertujuan memperkuat kapasitas UMKM agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Kami ingin UMKM tidak hanya jago produksi, tetapi juga paham pasar, paham digital, dan siap bersaing. Pelatihan ini menjadi bekal penting,” tambah Fadjar.
Dukungan Pembiayaan dan Kemitraan
Pertamina juga menggandeng lembaga pembiayaan dan perbankan untuk memberikan akses permodalan bagi UMKM. Dalam acara ini, sejumlah UMKM menandatangani perjanjian kerja sama dengan mitra pembiayaan dan ritel modern.
“Kami membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak. UMKM tidak boleh berjalan sendiri. Mereka butuh ekosistem yang mendukung,” ujar Fadjar.
Beberapa UMKM mengaku merasakan manfaat langsung dari SMEXPO. Salah satunya adalah Sri Rahayu, pemilik usaha kerajinan batik dari Sleman. “Alhamdulillah, sejak ikut SMEXPO, pesanan saya meningkat. Banyak pembeli dari luar kota dan bahkan ada yang minta dikirim ke luar negeri,” ujarnya.
Apresiasi dari Pemerintah Daerah
Pemerintah Kota Yogyakarta menyambut baik penyelenggaraan SMEXPO. Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, menilai ajang ini sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis UMKM.
“Kami sangat mengapresiasi Pertamina. SMEXPO ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara BUMN dan UMKM bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Heroe juga berharap UMKM Yogyakarta dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperluas jaringan dan meningkatkan kualitas produk.
Target ke Depan
Pertamina menargetkan SMEXPO 2026 dapat menghasilkan transaksi senilai miliaran rupiah dan menjangkau lebih banyak pembeli, baik offline maupun online. Selain itu, Pertamina berkomitmen untuk terus mendampingi UMKM binaan agar mampu naik kelas dan berkontribusi pada perekonomian nasional.
“Kami akan terus hadir untuk UMKM. Ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial dan komitmen kami untuk membangun negeri,” pungkas Fadjar.
Jakarta, 5 Oktober 2026
Redaksi




















