Jakarta, 15 Oktober 2026 – Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan kabinet dan sejumlah posisi strategis di lingkungan pemerintahan dan TNI. Pelantikan digelar di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026) sore. Berikut daftar lengkap pejabat yang dilantik beserta profil singkatnya.
Wakil Menteri
- Marsekal TNI Yusuf Jauhari – Wakil Menteri Pertahanan Bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi
Yusuf Jauhari merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Udara yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kementerian Pertahanan. Ia dikenal memiliki keahlian di bidang pengadaan alutsista dan pengelolaan industri pertahanan. Jabatan Wakil Menteri Pertahanan ini merupakan posisi baru yang dibentuk dalam reshuffle kali ini. Pangkatnya naik dari bintang tiga menjadi bintang empat.
- Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon – Wakil Menteri Pertahanan Bidang Strategi, Doktrin, dan Pembinaan Kekuatan
Richard Tampubolon sebelumnya menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) II. Ia merupakan perwira tinggi TNI AD dengan pengalaman panjang di bidang operasi dan strategi pertahanan. Sama seperti Yusuf Jauhari, pangkatnya naik menjadi bintang empat.
- Dr. Alim Setiawan Slamet – Wakil Menteri Pertanian
Alim Setiawan Slamet adalah akademisi yang sebelumnya menjabat sebagai Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) University periode 2023-2028. Ia dikenal sebagai pakar di bidang agribisnis, kebijakan pangan, dan pembangunan pedesaan. Pengangkatannya diharapkan memperkuat sektor pertanian nasional.
- M. Maulana Bungaran, S.H., M.H. – Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan
Maulana Bungaran merupakan figur yang memiliki latar belakang di bidang hukum dan keimigrasian. Ia menggantikan posisi yang ditinggalkan Silmy Karim, yang saat ini berstatus tersangka dalam kasus dugaan korupsi di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Badan/Lembaga Pemerintah
- Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
Kristomei Sianturi sebelumnya menjabat sebagai Inspektur Jenderal TNI AD. Ia dikenal memiliki pengalaman di bidang teritorial dan operasi militer. Pengangkatannya diharapkan memperkuat koordinasi penanggulangan bencana di tengah meningkatnya intensitas bencana alam di Indonesia.
- Prof. Dr. Setyawan Pudyatmoko – Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN)
Setyawan Pudyatmoko adalah Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia merupakan pakar ekologi hutan dan konservasi yang telah lama meneliti tentang pengelolaan gambut dan mangrove. Kepemimpinannya di BPGMN diharapkan memperkuat upaya restorasi ekosistem gambut dan mangrove nasional.
- Mayor Jenderal TNI Sriyanto – Wakil Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN)
Sriyanto sebelumnya bertugas di lingkungan TNI AD dengan spesialisasi di bidang teritorial dan pembangunan daerah. Ia akan mendampingi Setyawan Pudyatmoko dalam mengelola ekosistem gambut dan mangrove di Indonesia.
TNI
- Jenderal Tandyo Budi Revita – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD)
Tandyo Budi Revita resmi dilantik sebagai KSAD menggantikan Jenderal Maruli Simanjuntak. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil KSAD. Tandyo dikenal sebagai perwira dengan pengalaman di bidang operasi, teritorial, dan pembinaan satuan. Pelantikannya menandai regenerasi kepemimpinan di tubuh TNI AD.
- Jenderal Maruli Simanjuntak – Wakil Panglima TNI
Maruli Simanjuntak dilantik sebagai Wakil Panglima TNI setelah sebelumnya menjabat sebagai KSAD. Jabatan Wakil Panglima TNI merupakan posisi strategis yang membantu Panglima TNI dalam mengoordinasikan tugas-tugas operasional dan pembinaan kekuatan. Maruli dikenal memiliki pengalaman luas di bidang operasi dan teritorial.
Latar Belakang Reshuffle
Reshuffle ini merupakan yang kedelapan sejak Presiden Prabowo Subianto menjabat pada Oktober 2024. Pembentukan jabatan Wakil Menteri Pertahanan dinilai strategis di tengah meningkatnya tantangan geopolitik dan percepatan modernisasi alutsista TNI. Sementara pengangkatan Wamen Pertanian dan Wamen Imipas menjadi respons atas kebutuhan penguatan sektor pangan dan pembenahan tata kelola keimigrasian.
Presiden Prabowo dalam sambutannya meminta para pejabat baru untuk segera bekerja dan tidak banyak basa-basi. “Fokus pada hasil. Rakyat menunggu kerja nyata, bukan janji,” tegasnya.
Jakarta, 15 Oktober 2026
Redaksi




















