Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Peringatan Keras untuk NU: Jangan Biarkan Kepentingan Kuasa Menggerogoti Khittah!

by Visioner Indonesia
Agustus 19, 2026
in Politik
Reading Time: 2min read
Peringatan Keras untuk NU: Jangan Biarkan Kepentingan Kuasa Menggerogoti Khittah!

Jakarta, 19 Agustus 2026 – Nama Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia seolah mengundang berbagai kepentingan, termasuk politik. Sejumlah elite partai bahkan mulai mendekati Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan mengajaknya menjadi calon presiden (capres) pada 2029 . Melihat dinamika ini, berbagai pihak mulai mengingatkan agar NU tidak menjadi arena tarik-menarik kepentingan kekuasaan.

Anggota Komisi VIII DPR RI yang juga kader NU, Maman Imanulhaq, secara terang-terangan menyerukan agar NU tidak dijadikan ajang panggung politik. Ia menegaskan bahwa kehadiran NU dalam berbagai peristiwa kebangsaan tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan kekuasaan sepihak.

“NU adalah organisasi besar yang memiliki akar kuat di masyarakat. Jangan sampai organisasi ini dijadikan alat atau arena tarik-menarik kepentingan kekuasaan,” tegas Maman di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Sinyal Politik ke Gus Yahya

Pengamat politik menilai, tawaran yang muncul kepada Gus Yahya merupakan sinyal manuver politik dini menyambut Pemilu 2029. Sejumlah partai mulai menjajaki figur yang memiliki basis massa kuat, termasuk pemimpin organisasi keagamaan.

Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Adi Prayitno, menyebut bahwa jika Gus Yahya dipinang oleh partai politik besar, lanskap politik nasional bisa bergeser. Namun, ia mengingatkan bahwa Gus Yahya akan menghadapi tantangan besar dari ketua umum partai dan figur lainnya.

“Pertarungan akan sangat sengit. Gus Yahya juga akan menghadapi tokoh-tokoh besar seperti Dedi Mulyadi, yang juga bisa menjadi penantang kuat bagi siapa pun,” ujar Adi.

Meski demikian, sejauh ini Gus Yahya belum memberikan respons resmi terkait tawaran tersebut. Ia juga belum membuat pernyataan tentang apakah akan merapat ke salah satu partai atau tetap pada posisinya sebagai pemimpin NU.

Mengembalikan NU pada Khittah

Seruan untuk menjaga NU dari kepentingan politik praktis bukan pertama kali muncul. Sejumlah ulama dan kiai sepuh juga menyuarakan hal serupa. Mereka mengingatkan bahwa NU sebaiknya tetap berada pada khittahnya sebagai organisasi keagamaan yang mengayomi umat, bukan menjadi kendaraan politik bagi ambisi kekuasaan.

“NU adalah rumah besar bagi rakyat Indonesia. Jangan biarkan ia terpecah hanya karena kepentingan politik sesaat,” tutup Maman.

Peringatan ini menjadi pengingat bahwa kekuatan moral dan massa NU sebaiknya dijaga kemurniannya, tidak dijadikan sebagai komoditas politik. Bagi sebagian kalangan, menjaga NU dari kepentingan kekuasaan adalah bagian dari menjaga NKRI dan nilai-nilai kebangsaan.


Previous Post

Polri Tanam Bawang Putih Serentak di 14 Daerah Jabar, Dukung Swasembada Pangan

Next Post

DPR-Pemerintah Finalisasi Regulasi Ojol dan Angkutan Barang, RUU LLAJ Prioritaskan Keselamatan

Related Posts

DPR-Pemerintah Finalisasi Regulasi Ojol dan Angkutan Barang, RUU LLAJ Prioritaskan Keselamatan
Politik

DPR-Pemerintah Finalisasi Regulasi Ojol dan Angkutan Barang, RUU LLAJ Prioritaskan Keselamatan

Agustus 19, 2026
Pajak dan Regulasi Properti Dinilai Mencekik, Taipan Kompak Protes
Ekonomi

Pajak dan Regulasi Properti Dinilai Mencekik, Taipan Kompak Protes

Agustus 15, 2026
Presiden Prabowo Ucapkan Terima Kasih ke PDIP Mau Kritik dan Awasi Kinerja Pemerintah
Politik

Presiden Prabowo Ucapkan Terima Kasih ke PDIP Mau Kritik dan Awasi Kinerja Pemerintah

Agustus 15, 2026
Pemerintah Waspadai Gerakan Provokasi Jelang 17 Agustus, Aparat Siapkan Langkah Antisipasi
HUKUM

Pemerintah Waspadai Gerakan Provokasi Jelang 17 Agustus, Aparat Siapkan Langkah Antisipasi

Agustus 15, 2026
Pemuda Jogja Turun ke Jalan Jelang HUT RI: “Merdeka Tapi Tak Merasakan Kemerdekaan”
Daerah

Pemuda Jogja Turun ke Jalan Jelang HUT RI: “Merdeka Tapi Tak Merasakan Kemerdekaan”

Agustus 15, 2026
IKA BEM Nusantara Dukung Program Presiden Prabowo: Kepentingan Rakyat Harus Menjadi Prioritas
Ekonomi

IKA BEM Nusantara Dukung Program Presiden Prabowo: Kepentingan Rakyat Harus Menjadi Prioritas

Agustus 15, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Kapolri dan Titiek Soeharto Tinjau Pengungsi Gempa di Manggarai, Pastikan Bantuan Terus Mengalir

Kapolri dan Ketua Komisi IV Serahkan Bantuan Traktor ke Masyarakat, Dukung Swasembada Pangan

Kubu Febrie: Surat Penyitaan Keluar Lebih Dulu dari Penyidikan

DPR-Pemerintah Finalisasi Regulasi Ojol dan Angkutan Barang, RUU LLAJ Prioritaskan Keselamatan

Peringatan Keras untuk NU: Jangan Biarkan Kepentingan Kuasa Menggerogoti Khittah!

Polri Tanam Bawang Putih Serentak di 14 Daerah Jabar, Dukung Swasembada Pangan

TERPOPULER

Kapolri dan Titiek Soeharto Tinjau Pengungsi Gempa di Manggarai, Pastikan Bantuan Terus Mengalir

Kapolri dan Ketua Komisi IV Serahkan Bantuan Traktor ke Masyarakat, Dukung Swasembada Pangan

Kubu Febrie: Surat Penyitaan Keluar Lebih Dulu dari Penyidikan

DPR-Pemerintah Finalisasi Regulasi Ojol dan Angkutan Barang, RUU LLAJ Prioritaskan Keselamatan

Peringatan Keras untuk NU: Jangan Biarkan Kepentingan Kuasa Menggerogoti Khittah!

Polri Tanam Bawang Putih Serentak di 14 Daerah Jabar, Dukung Swasembada Pangan

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved