Kapolri Suyudi: Saya Ingin Bersihkan Indonesia dari Narkoba, JAN: Masyarakat Siap Membantu

Jakarta, – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyampaikan tekadnya untuk membersihkan Indonesia dari peredaran barang haram. Pernyataan itu disampaikan dalam apel komando di Lapangan Bhayangkara, Jakarta, Senin (13/10/2026), di hadapan ribuan personel.

“Saya ingin bersihkan Indonesia dari peredaran narkoba. Tidak ada tempat bagi pengedar, bandar, maupun penyelundup,” ujar Suyudi. Ia menegaskan bahwa perang melawan kejahatan ini bukan hanya tugas BNN atau Bareskrim, melainkan seluruh jajaran Polri hingga tingkat Polsek.

Tekad ini bukan tanpa dasar. Sebelum memimpin Polri, Suyudi mencatatkan prestasi konkret sebagai Kepala BNN: membersihkan 53 kampung narkoba di 34 provinsi dengan 1.259 orang ditangkap. Kini, publik menunggu gebrakan serupa di tubuh Polri.

Jaringan Aktivis Nusantara (JAN) menyambut baik pernyataan Kapolri. Ketua JAN, Romadhon Jasn, menilai tekad ini sebagai kelanjutan dari aksi nyata yang sudah terlihat dalam sepekan terakhir. Operasi serentak di Kampung Ambon dan Boncos, penggerebekan di sejumlah wilayah, hingga pembukaan nomor pengaduan langsung oleh Kapolda Metro Jaya menjadi sinyal bahwa kepemimpinan baru ini tidak menunggu lama untuk bertindak.

“Kami mengapresiasi tekad Kapolri. Ini bukan janji kosong. Kita sudah melihat operasi serentak, penggerebekan kampung narkoba. Sekarang pernyataan ini menjadi penguat. Pemberantasan narkoba membutuhkan dukungan semua pihak. Polri tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat harus ikut mengawasi, melapor, dan tidak memberi ruang bagi peredaran gelap,” ujar Romadhon, Selasa (13/10/2026)

Jika ada narkoba di sekitar kita, jangan diam. Laporkan. Polri sudah membuka banyak saluran pengaduan. Jangan takut. Identitas pelapor dilindungi. Ini perang bersama.

JAN juga mendorong agar semangat ini sampai ke garda terdepan. “Jika di Mabes dan Polda saja bisa, mengapa di Polsek tidak? Semangat ‘Polisi Bersama Masyarakat’ harus terasa di ujung tombak. Jangan berhenti di pidato,” ucapnya.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari jumlah tangkapan, tetapi dari seberapa besar penurunan peredaran di masyarakat. “Kami akan mengawal. Jangan berhenti di penangkapan, tapi pastikan jaringan di atasnya juga dibongkar,” tuturnya.

Ke depan, JAN berkomitmen menjadi jembatan, bukan penghambat. “Kami akan menyampaikan kendala di lapangan. Kami akan mengapresiasi kemajuan. Yang penting, transparansi dan akuntabilitas. Selamat bertugas, Kapolri. Kami dukung, kami kawal, dan kami siap membantu,” pungkas Romadhon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkait

Terbaru